Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin tampak di barisan depan sedang bersepeda bersama peserta lain dalam kegiatan KAI JLS 100.
TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., mengikuti kegiatan sepeda sehat KAI JLS 100 Tulungagung yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan pesepeda dari dalam dan luar daerah.
KAI JLS 100 Tulungagung merupakan kegiatan sepeda sehat yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung. Para peserta diberangkatkan dari Tugu R.A. Kartini Tulungagung menuju kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan rute berjarak hingga ratusan kilometer. Setelah menyelesaikan perjalanan, peserta kembali dan finis di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sepeda sehat tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpesepeda sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
Ia berharap KAI JLS 100 Tulungagung dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga semakin banyak masyarakat dari berbagai daerah tertarik berkunjung dan mengenal destinasi wisata di Kabupaten Tulungagung.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, kegiatan sepeda sehat seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Selain mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan, Ahmad Baharudin juga mengingatkan para peserta agar mengutamakan keselamatan dan menjaga kondisi fisik selama menempuh rute. Jarak perjalanan yang panjang serta medan yang memiliki banyak tanjakan membutuhkan kesiapan fisik dan pengelolaan tenaga yang baik.
Ia meminta peserta tidak memaksakan diri apabila mulai mengalami kelelahan. Peserta juga diimbau memanfaatkan pos-pos kesehatan yang disediakan panitia untuk beristirahat apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.
“Utamakan keselamatan dan kesehatan selama mengikuti kegiatan ini. Apabila kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan, silakan beristirahat di pos-pos kesehatan yang telah disediakan. Jangan memaksakan diri, karena yang terpenting adalah seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat,” pesannya.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa KAI JLS 100 Tulungagung bukan semata-mata ajang mengejar prestasi atau menjadi yang tercepat untuk meraih podium. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat hidup sehat, serta memperluas promosi potensi pariwisata daerah.
Kabupaten Tulungagung memiliki beragam destinasi wisata pantai yang menawarkan keindahan alam dan berpotensi menarik kunjungan wisatawan. Melalui kegiatan KAI JLS 100, para peserta diharapkan dapat mengenal lebih dekat kawasan pesisir Tulungagung sekaligus turut memperkenalkan destinasi tersebut kepada masyarakat luas.
Kehadiran pesepeda dari berbagai daerah juga menjadi peluang untuk memperluas jangkauan promosi wisata melalui pengalaman perjalanan dan publikasi di media sosial. Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Tulungagung.
Penyelenggaraan KAI JLS 100 Tulungagung diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung, PT KAI, komunitas olahraga, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata. Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Melalui penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan, potensi wisata pesisir Tulungagung diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menjadi salah satu penggerak pariwisata serta perekonomian daerah.
Setiawan
