Tim Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) bersama perwakilan Pemerintah Kota Langsa di lokasi kegiatan konservasi naskah kuno Museum Kota Langsa, Senin (2/11/2026). — Foto: MetroTV.asia
LANGSA, METROTV.asia, 2 November 2026 – Upaya penyelamatan warisan budaya pascabanjir yang melanda Kota Langsa pada November 2025 terus dilakukan. Kali ini, Tim Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) dari Depok, Jawa Barat, turun langsung melakukan konservasi dan pembersihan naskah-naskah kuno yang tersimpan di Museum Kota Langsa.
Kegiatan tersebut bertujuan menyelamatkan ratusan naskah kuno Melayu dan Aceh yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir. Kondisi lembap setelah terendam air dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan koleksi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, identitas budaya, dan sejarah masyarakat Aceh.
MANASSA merupakan organisasi asosiasi profesi di bidang pernaskahan atau manuskrip Nusantara yang bersekretariat di Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok.
Kehadiran tim ahli tersebut diharapkan dapat membantu proses penanganan dan konservasi manuskrip agar kondisi fisik naskah tetap terjaga serta tidak kehilangan keaslian bentuk aslinya.
Konservasi Naskah Kuno Melibatkan Sejumlah Lembaga
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd., melalui Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus fasilitasi kesekretariatan MAA dan MPD, H. Saifullah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan konservasi tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga.
“Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, serta Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang didukung oleh Cultural Emergency Response (CER),” ujar Saifullah kepada media, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah penting untuk menyelamatkan warisan budaya berupa naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas masyarakat.
Ia menjelaskan, sejumlah koleksi manuskrip di Museum Kota Langsa mengalami dampak akibat banjir yang terjadi pada November 2025. Air dan kondisi ruangan yang lembap membuat sebagian naskah berada dalam kondisi memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Ratusan Manuskrip Melayu dan Aceh Terancam Rusak
Saifullah menyebutkan, terdapat ratusan naskah kuno Melayu dan Aceh yang tersimpan di Museum Kota Langsa. Sebagian koleksi mengalami kelembapan akibat terdampak banjir sehingga memerlukan proses pembersihan dan konservasi secara hati-hati.
Penanganan dilakukan oleh tim yang memiliki keahlian di bidang pernaskahan. Proses tersebut bertujuan menjaga kondisi fisik manuskrip, mempertahankan bentuk asli, serta mencegah kerusakan lebih lanjut.
Menurut Saifullah, koleksi naskah kuno tersebut merupakan aset budaya yang tidak ternilai karena menyimpan jejak perjalanan sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tradisi keagamaan masyarakat di Aceh.
Museum Kota Langsa Simpan Al-Qur’an Berusia Ratusan Tahun
Lebih lanjut, Saifullah menjelaskan bahwa Museum Kota Langsa yang berada di Gedung Balee Juang menyimpan sejumlah koleksi manuskrip penting, termasuk naskah keagamaan dan peninggalan sejarah Islam.
Beberapa koleksi yang menjadi perhatian di antaranya:
- Al-Qur’an kuno tulisan tangan. Museum memiliki tiga koleksi Al-Qur’an kuno, termasuk salah satu naskah tulisan tangan yang diperkirakan berusia sekitar 334 tahun.
- Kitab keagamaan dan kitab fiqih. Koleksi ini menjadi bukti perkembangan tradisi keilmuan Islam di wilayah Aceh.
- Al-Qur’an 30 juz. Salah satu koleksi tercatat dengan nomor inventaris INV: 000217.
- Manuskrip filologika. Berbagai naskah tulisan tangan peninggalan peradaban Islam di Aceh yang memiliki nilai penting untuk penelitian sejarah dan kebudayaan.
Koleksi tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya yang harus dijaga keberadaannya agar dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Pemkot Langsa Apresiasi Kepedulian Tim MANASSA
Saifullah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MANASSA yang telah membantu Pemerintah Kota Langsa dalam upaya penyelamatan naskah kuno pascabanjir.
Menurutnya, keterlibatan para ahli pernaskahan sangat membantu pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat koleksi manuskrip bersejarah yang tersimpan di Museum Kota Langsa.
“Kami mewakili Pemerintah Kota Langsa mengucapkan terima kasih kepada Tim Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) karena telah ikut membantu pemerintah kota dalam menjaga dan menyelamatkan naskah-naskah kuno yang ada di Museum Kota Langsa,” ungkap Saifullah.
Melalui kegiatan konservasi tersebut, Pemerintah Kota Langsa berharap seluruh koleksi manuskrip yang terdampak banjir dapat ditangani dengan baik sehingga warisan sejarah dan kebudayaan Melayu serta Aceh tetap terpelihara.
Penyelamatan naskah kuno ini bukan sekadar merawat benda bersejarah, melainkan juga menjaga jejak peradaban, pengetahuan, dan identitas budaya agar tidak hilang ditelan waktu.
(Mustafa)
