Suasana malam di kawasan Kampoeng Jajanan Tosagena (JTOS)
BELAWA, METROTV.asia – Kabar baik datang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kampoeng Jajanan Tosagena (JTOS), yang menjadi salah satu pusat kuliner kebanggaan masyarakat Belawa, segera dilengkapi atap permanen melalui anggaran sebesar Rp250 juta.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas para pedagang dalam mengembangkan usaha kuliner mereka.
Camat Belawa, Arifuddin Arman, S.Kom., S.H., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan atap permanen JTOS direncanakan mulai dikerjakan pada penghujung tahun 2026 melalui program swakelola Pemerintah Kelurahan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Belawa.
“Anggaran ini melalui program swakelola Pemerintah Kelurahan dan LPMK Kelurahan Belawa di penghujung tahun 2026 ini,” ujar Arifuddin.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas Kampoeng Jajanan Tosagena agar semakin layak digunakan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di wilayah Belawa.
Atap Spandek dan Tiang Besi Galvanis
Arifuddin menjelaskan, bangunan JTOS memiliki ukuran 16 x 37,5 meter atau luas sekitar 600 meter persegi. Adapun spesifikasi konstruksi yang direncanakan meliputi penggunaan atap spandek, tiang besi galvanis berukuran 4 inci, serta rangka atap dari besi holo hitam.
Dengan spesifikasi tersebut, pembangunan diharapkan menghasilkan fasilitas yang kokoh, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Keberadaan atap permanen juga diharapkan dapat menunjang aktivitas jual beli sehingga para pedagang memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk melayani konsumen.
Peningkatan sarana ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran JTOS sebagai ruang usaha bersama sekaligus salah satu tujuan kuliner masyarakat di Kecamatan Belawa.

Pengelola Bersyukur, Pedagang Punya Tempat Mencari Nafkah
Pengelola JTOS, H. Andi Isnandar, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur karena perjuangan pengelola untuk mendapatkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pusat kuliner itu akhirnya mendapat respons.
Dalam bahasa Bugis, ia menyampaikan ungkapan rasa syukur:
“Tenna podo bolei minasanna maneng pabbalue, nengka nongroi makkatuo-tuo okko Belawa.”
Ungkapan tersebut bermakna bahwa tidak ada kata yang dapat diucapkan selain rasa syukur yang mendalam karena telah tersedia tempat bagi para pedagang untuk mencari nafkah dan mengembangkan kehidupan ekonomi mereka di Belawa.
Andi Isnandar menjelaskan, Kampoeng Jajanan Tosagena berdiri atas inisiatif Pemerintah Kecamatan Belawa dengan harapan dapat berkembang menjadi ikon baru daerah sekaligus wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Selama ini, pihak pengelola terus berupaya memperoleh dukungan Pemerintah Kabupaten Wajo demi meningkatkan fasilitas dan pengembangan JTOS.
“Alhamdulillah, akhirnya terjawab,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan JTOS bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun usaha, memperluas jaringan pelanggan, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Bidik Pelatihan UMKM dan Pemasaran Digital pada 2027
Meski pembangunan fasilitas fisik menjadi kabar menggembirakan, pengelola JTOS menilai pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan pemasaran juga perlu mendapat perhatian.
Andi Isnandar mengatakan, langkah berikutnya adalah mengupayakan bantuan pelatihan UMKM melalui dinas terkait, khususnya mengenai manajemen penjualan dan pemasaran di era digital.
Ia menilai kemampuan memanfaatkan teknologi digital semakin penting bagi pedagang agar produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Kita tahu sekarang ini semua serba online,” jelasnya.
Untuk itu, pada 2027 mendatang, ia berencana mengajukan proposal terkait program digitalisasi pemasaran sebagai salah satu strategi untuk mendorong produk-produk UMKM Belawa menembus pasar nasional.
Melalui perpaduan pembangunan infrastruktur dan peningkatan keterampilan pelaku usaha, JTOS diharapkan mampu berkembang menjadi pusat kuliner yang lebih representatif, produktif, dan berdaya saing.
Rencana pembangunan atap permanen senilai Rp250 juta tersebut pun menjadi harapan baru bagi para pedagang untuk meningkatkan kenyamanan berusaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kecamatan Belawa.
(Anwar)
