Sekretaris Camat Sinunukan, Sopian, S.Ag., berdiri di podium menyampaikan amanat saat menjadi pembina upacara Hari Santri Nasional.
SINUNUKAN, MANDAILING NATAL — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, seluruh santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, mengikuti upacara peringatan Hari Santri yang berlangsung khidmat di Lapangan Terbuka Sinunukan IV.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri yang tinggal di pondok pesantren, santri Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), serta peserta didik dari berbagai madrasah yang berada di wilayah Kecamatan Sinunukan. Upacara tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan santri.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Sekretaris Camat (Sekcam) Sinunukan, Bapak Sopian, S.Ag. Kehadiran beliau dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah kecamatan terhadap dunia pendidikan Islam serta penghargaan atas peran santri dalam menjaga nilai-nilai agama, persatuan, dan keutuhan bangsa.
Sejak dimulainya upacara, para peserta tampak berbaris dengan tertib dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Berbagai lembaga pendidikan Islam turut berpartisipasi, menciptakan suasana kebersamaan yang mencerminkan kekompakan santri di Kecamatan Sinunukan.
Hari Santri Nasional 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut mengandung pesan bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga harus mampu menjadi generasi yang berkarakter, berilmu, mandiri, kreatif, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa

Dalam amanatnya, Bapak Sopian, S.Ag. menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa. Semangat perjuangan santri pada masa lalu perlu diwujudkan pada masa kini melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan akhlak, serta pengabdian kepada masyarakat
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi santri bukan hanya tentang mendalami ilmu agama, melainkan juga tentang membentuk karakter yang disiplin, menjunjung tinggi persatuan, menghormati perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pesan tersebut sejalan dengan penegasan Kementerian Agama bahwa santri diharapkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa. Santri perlu memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, karakter yang kuat, serta keberanian berinovasi untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas
Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Momentum ini sekaligus mengingatkan generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, kedisiplinan, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri di Kecamatan Sinunukan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperdalam ilmu agama, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pelaksanaan upacara di Lapangan Terbuka Sinunukan IV menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen pendidikan Islam di Kecamatan Sinunukan dalam merawat tradisi keilmuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meneguhkan komitmen kebangsaan.
Selamat Hari Santri Nasional!
Santri berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.
Amas Hasibuan
