Suasana kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Wajo
BELAWA, METROTV.asia – Anggota DPRD Kabupaten Wajo, H. Ibnu Hajar, menggelar kegiatan reses di Lingkungan Ruba’e, Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (28/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari perbaikan tanggul sungai, pemasangan lampu jalan, hingga kemudahan memperoleh pupuk bagi petani.
Kegiatan reses yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu berlangsung hingga menjelang waktu Magrib. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan wakil rakyat.
Reses dilaksanakan di kediaman tokoh masyarakat setempat, H. Mahmud atau yang dikenal dengan sapaan H. Lemmu, yang juga menjabat sebagai Imam Lingkungan Ruba’e.
Ada hal menarik dalam kegiatan tersebut. H. Ibnu Hajar tidak hanya bertindak sebagai anggota DPRD yang menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga merangkap sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC) sekaligus pembicara utama.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Wajo dari Dinas Pertanian, Lurah Malakke, Kepala Desa Limporilau, serta ratusan peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Warga Limporilau Minta Perbaikan Dua Titik Tanggul Sungai
Salah satu aspirasi yang mengemuka dalam reses tersebut berkaitan dengan kondisi tanggul sungai di Dusun Tancung, Desa Limporilau.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Limporilau, AM Kuraga, mengusulkan perbaikan pada dua titik tanggul yang dinilai rawan jebol ketika banjir tahunan melanda wilayah tersebut.
Usulan itu menjadi perhatian karena kondisi tanggul yang rentan berpotensi meningkatkan risiko bagi masyarakat di sekitar sungai apabila tidak segera ditangani.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait dapat melakukan peninjauan lapangan serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan sebelum banjir kembali terjadi.
Perbaikan tanggul diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan banjir.
Warga Minta Tiga Titik Lampu Jalan di Wilayah Janciri
Selain persoalan infrastruktur pengendalian banjir, warga juga menyampaikan kebutuhan penerangan jalan di wilayah Desa Limporilau.
Anwar, salah seorang warga Dusun Timoreng, mengusulkan pemasangan lampu jalan pada tiga titik di wilayah Janciri.
Menurut aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, penambahan lampu jalan diharapkan dapat meningkatkan penerangan lingkungan, khususnya pada malam hari.
Penerangan yang memadai dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga sekaligus membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Warga berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui instansi yang berwenang sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
Petani Minta Penyaluran Pupuk Lebih Mudah
Aspirasi lainnya datang dari tokoh masyarakat, Andi Gau, yang menyoroti persyaratan administrasi dalam penyaluran pupuk kepada petani.
Ia meminta Dinas Pertanian agar mengkaji kemungkinan penyederhanaan persyaratan, khususnya terkait kewajiban melampirkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lahan, sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah.
Menurut aspirasi tersebut, kemudahan administrasi diharapkan dapat membantu petani mengakses pupuk yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Usulan itu menjadi salah satu persoalan yang perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan dinas terkait, dengan tetap memperhatikan ketentuan penyaluran pupuk yang berlaku.
Warga berharap mekanisme administrasi yang diterapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani tanpa mengabaikan persyaratan dan ketentuan resmi.
H. Ibnu Hajar Catat Aspirasi untuk Diperjuangkan
Dalam kegiatan reses tersebut, H. Ibnu Hajar menerima dan mencatat berbagai masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bahan untuk diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Wajo dan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah terkait.
Aspirasi mengenai perbaikan tanggul sungai, pemasangan lampu jalan, serta kemudahan akses pupuk mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui kegiatan reses, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat. Aspirasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan dan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi representasi serta pengawasan DPRD.
Warga berharap berbagai usulan yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap pencatatan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan, skala prioritas, dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Reses di Lingkungan Ruba’e, Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa, ini pun menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat, wakil rakyat, dan pemerintah daerah demi mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga Kabupaten Wajo.
Anwar
