Tiga peserta berdiri di atas panggung menerima sertifikat dan hadiah
GROBOGAN, METROTV.asia – Erlita, siswi kelas VI SDN 2 Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri saat mengikuti lomba anak bercerita di MD Zoo Kuwu, lantai 2, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Selasa (27/10/2026).
Erlita tampil dengan nomor urut 7 dalam perlombaan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut. Menariknya, ia mempersiapkan diri secara mandiri tanpa pendampingan guru pelatih. Ia berlatih sendiri di rumah sekaligus menyusun dongeng bertema Gunung Krakatau yang dibawakannya di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Meski harus mempersiapkan penampilan secara mandiri, Erlita tetap menunjukkan rasa percaya diri ketika mendapat kesempatan tampil. Keikutsertaannya menjadi gambaran semangat belajar, keberanian, dan kreativitas anak dalam mengembangkan kemampuan bercerita.
Lomba anak bercerita tersebut diikuti delapan siswa dari berbagai sekolah. Masing-masing peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyampaikan cerita, mengembangkan kreativitas, serta tampil di depan publik.

Rangkaian Lomba Berlangsung hingga 1 November 2026
Kegiatan di MD Zoo Kuwu ini merupakan bagian dari rangkaian perlombaan yang digelar mulai 24 Oktober hingga 1 November 2026.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, rangkaian kegiatan diawali dengan grand opening pada 24 Oktober, dilanjutkan lomba menyanyi pada 25 Oktober dan lomba anak bercerita pada 27 Oktober.
Selanjutnya, panitia menjadwalkan lomba hafalan surat pada 29 Oktober, penampilan Cadenza Kids pada 31 Oktober, serta lomba fashion show sebagai penutup rangkaian acara pada 1 November 2026.
Beragam perlombaan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta keberanian tampil di hadapan orang lain.
Pengumuman Pemenang Lomba Anak Bercerita
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan, panitia mengumumkan para pemenang lomba anak bercerita.
Juara pertama diraih peserta nomor urut 3, juara kedua diraih peserta nomor urut 8, sedangkan juara ketiga diraih peserta nomor urut 5. Para pemenang memperoleh hadiah berupa uang sebagai bentuk apresiasi atas penampilan mereka.
Meskipun belum tercatat sebagai pemenang, partisipasi Erlita dalam perlombaan ini tetap menjadi pengalaman berharga. Persiapan mandiri yang dilakukannya menunjukkan bahwa kemauan belajar dan keberanian mencoba merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun semangat berkompetisi secara sehat sejak usia dini.
Laporan: Zamroni
