Para pejabat dan tokoh masyarakat tampak duduk di panggung utama saat acara pengukuhan pengurus FKPP Kabupaten Tolitoli masa bakti 2026–2030 yang dirangkaikan dengan dzikir bersama dalam memperingati Hari Santri.
TOLITOLI, METROTV.asia – Peringatan Hari Santri di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diisi dengan kegiatan dzikir bersama yang dirangkaikan dengan pengukuhan dan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Tolitoli masa bakti 2026–2030.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Madinatul Khairat, Jalan Syaiful Muluk, Desa Buntuna, Kecamatan Baolan, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 21.00 WITA.
Acara ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli H. Jumade, S.Ag., M.Pd., Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Turut hadir Paur Kumla Sops Lanal Tolitoli Letda Laut (H) Andi Tri Wahyudi, S.H., Pasi Pers Kodim 1305/Buol Tolitoli Letda Kav Jaya, Ketua Bawaslu Tolitoli Dr. Ir. Fajar Sadik, M.Si., dan Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Maruf KH. Mujib Purwanto.
Kegiatan tersebut juga diikuti pejabat struktural Kemenag, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Baolan, ketua majelis taklim, serta pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Tolitoli. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 250 orang.

Pengukuhan FKPP Perkuat Sinergi Antar-Pesantren
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 21.20 WITA dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pengukuhan pengurus FKPP, sambutan, serta dzikir bersama yang dipimpin KH. Mujib Purwanto.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli, H. Jumade, menyampaikan bahwa pembentukan kepengurusan FKPP masa bakti 2026–2030 menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarpondok pesantren di Kabupaten Tolitoli.
Ia mengapresiasi para pengurus yang telah menerima amanah dan berharap FKPP mampu menjalankan peran strategis, tidak hanya sebagai wadah komunikasi, tetapi juga sebagai mitra Kemenag dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.
Menurutnya, sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian bersama meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pembinaan santri agar memiliki pengetahuan, akhlak mulia, kemandirian, dan wawasan kebangsaan.
“Seluruh pondok pesantren diharapkan terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, dan menghindari perbedaan yang dapat menghambat kemajuan pendidikan pesantren. Sinergi antara Kemenag, FKPP, pimpinan ponpes, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga berharap pengurus FKPP yang baru dikukuhkan segera menyusun program kerja yang realistis, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren.
Selain itu, FKPP diharapkan dapat menjadi jembatan aspirasi lembaga pendidikan pesantren kepada pemerintah, sehingga berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pesantren dapat dikomunikasikan serta dicarikan solusi bersama.
Susunan Pengurus FKPP Tolitoli 2026–2030
Dalam pengukuhan tersebut, sejumlah nama dipercaya mengemban amanah dalam kepengurusan FKPP Kabupaten Tolitoli masa bakti 2026–2030, yakni:
- Ketua: KH. Mujib Purwanto, S.H.I.
- Wakil Ketua: Abdul Waris, S.Ag., M.Pd.I.
- Sekretaris: Badarudin, S.Pd.I., M.Pd.
- Bendahara: Mutmainnah Ramadani.
Pengukuhan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpondok pesantren sekaligus memperkuat kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki semangat kebangsaan.
Melalui kegiatan dzikir bersama dalam rangka Hari Santri tersebut, semangat kebersamaan dan persatuan di lingkungan pesantren diharapkan terus terpelihara, seiring dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Tolitoli.
Mustajab
