Kabid Pengairan PUPR Langsa, Ilham Khairi, S.T., bersama Staf PTPN IV Regional 6 Aceh, Maimun, di lokasi peninjauan banjir Dusun Bukit. — Foto: MetroTV.asia
LANGSA, METROTV.asia – Manajemen PTPN IV Regional 6 bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Langsa turun langsung meninjau lokasi banjir yang merendam puluhan rumah warga di Dusun Bukit, Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Kamis (5/11/2026).
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PTPN IV Regional 6 untuk memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan jebolnya waduk penampungan air milik perusahaan sebagai penyebab banjir yang terjadi pada Rabu malam.
Melalui Kassubag Humas, Abdul Khaliq, Region Head PTPN IV Regional 6 membantah informasi tersebut. Pihak perusahaan menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan disebabkan oleh jebolnya waduk penampungan air milik PTPN IV Regional 6.
Di hadapan perwakilan Dinas PUPR Kota Langsa, pihak PTPN menjelaskan bahwa lokasi yang menjadi perhatian masyarakat merupakan lahan milik PTPN IV Regional 6 yang telah dibebaskan untuk Pemerintah Kota Langsa dengan luas kurang lebih 400 meter persegi.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung saat tim melakukan peninjauan untuk melihat kondisi saluran air dan titik-titik yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan.

Puluhan Rumah dan Akses Jalan Terendam Banjir
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Langsa selama lebih dari dua jam pada Rabu malam. Luapan air mengakibatkan puluhan rumah warga di sekitar aliran parit terendam.
Selain permukiman, akses jalan dusun dan sejumlah lahan perkebunan milik warga yang berbatasan langsung dengan areal HGU PTPN IV Regional 6 juga ikut terdampak.
Meski demikian, genangan air tidak berlangsung lama dan berangsur surut.
Tiga Temuan Menjadi Perhatian dalam Peninjauan
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Dinas PUPR Kota Langsa dan PTPN IV Regional 6, ditemukan sejumlah persoalan pada sistem drainase yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya banjir.
Pertama, saluran primer sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang membelah kawasan Dusun Bukit hingga perkebunan PTPN IV mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan pelepah kelapa sawit. Kondisi tersebut diperparah dengan tumbuhnya tanaman pengganggu yang menghambat aliran air.
Kedua, air melimpas melewati tanggul tanah di perbatasan Dusun Bukit dengan areal PTPN IV sehingga air masuk ke kawasan permukiman warga.
Ketiga, gorong-gorong atau box culvert di jalan dusun yang berukuran sekitar 40 sentimeter dinilai belum mampu menampung debit air ketika hujan deras.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah penanganan banjir secara menyeluruh.
PTPN IV Siap Bersinergi dengan Pemerintah Kota Langsa
PTPN IV Regional 6 menyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Langsa dalam mengatasi persoalan banjir, khususnya melalui normalisasi saluran drainase.
“Ini tanggung jawab bersama. Areal kami juga terdampak, tapi kami dahulukan kepentingan warga. Kami tinggal sinkronisasi dengan PUPR untuk pembuangan akhirnya,” ujar perwakilan PTPN IV Regional 6 di lokasi.
Pihak perusahaan berharap koordinasi dengan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi permanen, sehingga aliran air dari kawasan perkebunan hingga permukiman warga dapat berjalan dengan baik.
PUPR Siapkan Penanganan Banjir Tahun Anggaran 2027
Sementara itu, Dinas PUPR Kota Langsa menegaskan akan memasukkan program perbaikan drainase Dusun Bukit dalam program penanganan banjir tahun anggaran 2027.
Untuk langkah darurat, PUPR akan melakukan pembersihan gulma dan tanaman liar yang menutupi saluran serta pengerukan drainase guna memperlancar aliran air.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Hulu di PTPN, hilir di permukiman warga. Makanya hari ini kita tinjau bersama biar solusinya permanen,” ungkap perwakilan Dinas PUPR Kota Langsa.
Masyarakat Diimbau Tidak Membuang Sampah ke Parit
Selain penanganan yang dilakukan pemerintah dan perusahaan, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Dinas PUPR Kota Langsa mengimbau warga Dusun Bukit agar membersihkan parit di depan dan samping rumah masing-masing, tidak membuang sampah ke saluran drainase, serta rutin melaksanakan gotong royong.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Langsa.
Persoalan banjir di Dusun Bukit membutuhkan kerja sama semua pihak. Normalisasi drainase, pembenahan tanggul, peningkatan kapasitas gorong-gorong, serta perbaikan sistem pembuangan air menjadi langkah penting agar banjir tidak terus berulang.
Sebagaimana imbauan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, banjir tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah dan perusahaan.
Parit bersih, air lancar, dusun aman dari banjir.
(Mustafa)
