Papan informasi proyek Revitalisasi SDN Paya Bili Sa di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Proyek anggaran Rp980 juta diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, Rabu (4/11/2026). — Foto: MetroTV.asia
ACEH TIMUR, METROTV.asia – Kualitas pekerjaan revitalisasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paya Bili Sa, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, menjadi sorotan. Proyek revitalisasi sekolah yang menelan anggaran sekitar Rp980 juta tersebut diduga menggunakan material kayu lapuk untuk pembuatan daun jendela.
Berdasarkan pantauan media ini pada Rabu (4/11/2026), ditemukan kondisi sejumlah daun jendela kayu yang diduga sudah lapuk dan keropos. Bahkan, beberapa bagian kayu terlihat berserbuk yang diduga akibat serangan kutu atau organisme perusak kayu.
Material tersebut digunakan pada 48 daun jendela bangunan sekolah yang direvitalisasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian bahan bangunan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek.
Penggunaan material kayu yang tidak layak pakai patut menjadi perhatian serius. Selain berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan bangunan, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan persoalan keselamatan apabila bagian jendela mengalami kerusakan saat digunakan.

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis dan RAB
Dalam pelaksanaan proyek revitalisasi atau rehabilitasi sekolah, penggunaan material semestinya mengacu pada spesifikasi teknis dan RAB yang telah ditetapkan.
Apabila ditemukan material yang tidak memenuhi persyaratan kualitas, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan pekerjaan.
Sorotan terhadap proyek SDN Paya Bili Sa juga mengarah pada efektivitas pengawasan di lapangan. Pasalnya, penggunaan kayu yang diduga telah lapuk pada bagian jendela menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi pengawasan teknis selama proses pengerjaan berlangsung.
Masyarakat berharap konsultan pengawas dan pihak pelaksana dapat memberikan penjelasan mengenai kualitas material yang digunakan, termasuk apakah kayu tersebut telah melalui pemeriksaan kelayakan sebelum dipasang.
Anggaran Rp980 Juta Jadi Perhatian
Dengan nilai anggaran sekitar Rp980 juta, hasil pekerjaan revitalisasi SDN Paya Bili Sa diharapkan memenuhi standar kualitas bangunan pendidikan yang aman, kuat, dan tahan lama.
Namun, temuan dugaan penggunaan kayu lapuk pada daun jendela menjadi alasan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap hasil pekerjaan tersebut.
Jika nantinya terbukti terdapat ketidaksesuaian antara material yang digunakan dengan spesifikasi dalam RAB maupun dokumen kontrak, pihak terkait perlu dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.
Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat melakukan penelusuran apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan maupun penggunaan anggaran proyek revitalisasi tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Kepala Sekolah Belum Berhasil Dikonfirmasi
Untuk memperoleh penjelasan dan menjaga keberimbangan pemberitaan, media ini berupaya mengonfirmasi Kepala SDN Paya Bili Sa selaku pihak yang disebut sebagai pengguna anggaran dalam kegiatan tersebut.
Namun, saat wartawan mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan material kayu yang diduga lapuk pada 48 daun jendela, kepala sekolah tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh keterangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepala sekolah mengenai kondisi material tersebut.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi kepala sekolah, pelaksana kegiatan, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya guna memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kualitas pekerjaan revitalisasi SDN Paya Bili Sa.
(Mustafa)
