Tim peneliti, perwakilan Medco E&P Grissik Ltd., dan Kelompok Tani Desa Sukamaju
MUSI BANYUASIN, METROTV.asia – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan karet sekaligus menekan biaya usaha tani terus dikembangkan melalui penelitian kolaboratif antara akademisi, kelompok tani, dan perusahaan. Pada 2026, tim peneliti dari Politeknik ATI Padang bersama Kelompok Tani Desa Sukamaju, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengkaji pemanfaatan bahan organik lokal sebagai alternatif pendukung pemupukan tanaman karet.
Penelitian ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengembangan perkebunan karet yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, petani diharapkan memiliki pilihan tambahan dalam mengelola kebun sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Tim peneliti Politeknik ATI Padang yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Vivi dan Rahmat. Penelitian dilaksanakan bersama Kelompok Tani Desa Sukamaju, yang merupakan kelompok tani binaan Medco E&P Grissik Ltd.
Lokasi penelitian terbaru berada di lahan perkebunan karet milik Darmansyah, salah seorang anggota kelompok tani tersebut. Sebelumnya, penelitian pembanding telah dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Jambi, untuk mengamati penerapan perlakuan organik dalam kondisi perkebunan yang berbeda.
Penelitian Pupuk Organik Karet Manfaatkan Bahan Lokal
Salah satu fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahan organik lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemupukan tanaman karet. Sejumlah bahan yang dikaji meliputi tandan kosong kelapa sawit, kotoran sapi dan kambing, urine sapi, serta mikroorganisme lokal (MOL) berbahan bonggol pisang.
Bahan-bahan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber daya alternatif yang tersedia di sekitar lingkungan petani. Pemanfaatannya diharapkan dapat mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih efisien, dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman dan kondisi tanah.
Rangkaian penelitian diawali dengan observasi kondisi lahan, pengambilan sampel tanah dan getah karet, serta sosialisasi kepada anggota kelompok tani. Setelah itu, tim melaksanakan pengamatan secara berkala terhadap hasil penyadapan karet.
Pengamatan dilakukan dengan mencatat volume dan karakteristik getah yang dihasilkan. Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan perbedaan hasil antara tanaman yang mendapatkan perlakuan berbasis bahan organik lokal dan tanaman yang dikelola menggunakan praktik konvensional.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya berfokus pada potensi peningkatan hasil getah, tetapi juga mempertimbangkan aspek teknis penerapan perlakuan organik di tingkat petani.
Hasil Pengamatan Awal Menunjukkan Potensi Perubahan Aliran Getah
Berdasarkan pengamatan awal di perkebunan karet Desa Sukamaju, tanaman yang memperoleh perlakuan organik menunjukkan indikasi aliran getah yang lebih deras dan masa penyadapan yang lebih panjang.
Perubahan volume serta kekentalan getah juga menjadi bagian dari aspek yang diamati oleh tim peneliti. Pengamatan ini penting untuk memperoleh gambaran mengenai respons tanaman terhadap perlakuan yang diberikan.
Meski demikian, indikasi tersebut masih merupakan temuan awal. Diperlukan pengamatan lanjutan, pengumpulan data yang memadai, serta analisis ilmiah untuk memastikan apakah perlakuan berbasis bahan organik lokal benar-benar memberikan pengaruh terhadap produktivitas tanaman karet.
Karena itu, hasil penelitian belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa penggunaan bahan organik tertentu pasti meningkatkan produksi getah. Efektivitasnya masih perlu dinilai berdasarkan hasil pengujian yang terukur dan konsisten.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih objektif bagi petani sebelum menerapkan metode serupa dalam skala perkebunan yang lebih luas.
Efisiensi Biaya Pupuk Menjadi Fokus Penelitian
Selain produktivitas, penelitian ini turut mengkaji aspek ekonomi, terutama perbandingan biaya pembuatan dan penggunaan pupuk organik lokal dengan biaya pembelian pupuk kimia untuk setiap hektare lahan.
Aspek biaya menjadi perhatian karena pengeluaran untuk sarana produksi merupakan salah satu komponen yang memengaruhi keberlanjutan usaha perkebunan karet. Petani membutuhkan metode pengelolaan yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.
Melalui pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar desa, petani berpeluang mengembangkan alternatif pemupukan yang dapat mengurangi pengeluaran tertentu. Namun, potensi tersebut tetap harus dihitung dengan memperhatikan biaya pengumpulan bahan, pengolahan, tenaga kerja, transportasi, dan penerapannya di lapangan.
Dalam penelitian ini, potensi penghematan biaya sebesar 40–60 persen menjadi salah satu target yang akan dikaji lebih lanjut. Angka tersebut belum merupakan hasil akhir yang terverifikasi sehingga masih memerlukan pembuktian melalui perhitungan biaya produksi dan evaluasi hasil penelitian.
Dengan demikian, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kelayakan ekonomi penggunaan bahan organik lokal dalam mendukung usaha perkebunan karet.
Medco E&P Grissik Dukung Kolaborasi dengan Kelompok Tani
Keterlibatan Kelompok Tani Desa Sukamaju sebagai kelompok binaan Medco E&P Grissik Ltd. menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penelitian ini. Kolaborasi tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan.
Melalui kegiatan lapangan, anggota kelompok tani berkesempatan terlibat dalam proses pengamatan, mengenali potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, serta mempelajari berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan pupuk organik.
Sementara itu, keterlibatan akademisi memberikan dukungan dalam proses pengumpulan data dan evaluasi hasil pengamatan. Sinergi ini diharapkan membantu menghasilkan informasi yang lebih terukur mengenai kemungkinan pemanfaatan bahan organik lokal untuk perkebunan karet.
Penelitian berbasis kondisi lapangan juga penting untuk mengetahui apakah metode yang dikaji dapat diterapkan secara praktis oleh petani, baik dari sisi ketersediaan bahan, kemudahan pengolahan, maupun biaya penerapannya.
Berpotensi Dikembangkan untuk Perkebunan Karet Berkelanjutan
Apabila hasil pengujian lanjutan menunjukkan manfaat yang konsisten, pemanfaatan bahan organik lokal berpotensi diperkenalkan kepada anggota kelompok tani lainnya sebagai salah satu alternatif dalam pengelolaan perkebunan karet.
Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik tanah, kebutuhan nutrisi tanaman, ketersediaan bahan, serta cara pengolahan yang tepat. Penggunaan pupuk organik juga perlu dievaluasi secara seimbang agar dapat melengkapi kebutuhan pemupukan tanaman sesuai kondisi kebun.
Bagi petani di Kabupaten Musi Banyuasin, pengembangan metode pemupukan berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi usaha tani. Selain itu, pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar desa berpeluang memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Kolaborasi antara Politeknik ATI Padang, Kelompok Tani Desa Sukamaju, dan Medco E&P Grissik Ltd. diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong pengembangan perkebunan karet yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui penelitian dan evaluasi berkelanjutan, pemanfaatan bahan organik lokal diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi perkebunan serta kebutuhan petani di Musi Banyuasin.
Penulis: Zulkarnain, ST
