Deretan unit rumah bantuan yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
ACEH TAMIANG, METROTV.asia – Harapan ribuan warga terdampak banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak perlahan mulai terwujud.
Bencana banjir yang menerjang wilayah tersebut meninggalkan kerusakan besar. Sejumlah rumah warga hanyut terbawa derasnya arus, sementara bangunan lainnya terendam lumpur. Tidak sedikit keluarga kehilangan harta benda dan harus memulai kembali kehidupan mereka dari titik nol.
Di tengah kondisi tersebut, pembangunan hunian bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi salah satu upaya pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Petugas lapangan pembangunan rumah bantuan Buddha Tzu Chi, Edi, kepada media ini, Sabtu (31/10/2026), menjelaskan bahwa pembangunan hunian tersebut dilakukan di atas lahan seluas sekitar 10 hektare.
“Jumlah rumah yang dibangun sebanyak 500 unit atau 250 kopel,” jelas Edi.
Setiap unit rumah dilengkapi dengan dua kasur, dua bantal, satu unit sofa, serta meja makan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar ketika mulai menempati hunian baru.
Pemerintah Kabupaten Bantu Infrastruktur Kawasan Perumahan
Edi menjelaskan, Yayasan Buddha Tzu Chi tidak menanggung penyediaan jaringan listrik. Sementara itu, pembangunan jaringan listrik dan jalan di dalam kawasan perumahan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Jalan lingkungan perumahan tersebut direncanakan memiliki lebar sekitar lima meter sehingga dapat menunjang akses dan mobilitas penghuni.
Menurutnya, pembangunan 500 unit rumah bantuan tersebut ditargetkan selesai pada November 2026.
Selain pembangunan fisik rumah, penyediaan fasilitas pendukung seperti jaringan air bersih juga menjadi perhatian agar masyarakat dapat menempati hunian secara nyaman.
Sebanyak 120 Rumah Telah Diserahkan kepada Warga
Sebelumnya, pada Rabu (15/7/2026), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah menyerahkan sebanyak 120 unit rumah kepada warga terdampak banjir.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 500 unit rumah melalui kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan pemerintah untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 120 keluarga menerima kunci rumah yang diharapkan menjadi awal kehidupan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Acara serah terima dihadiri Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Armia Fahmi bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pimpinan PT Perkebunan Nusantara IV, Manajer PLN Langsa, Manajer PLN Kuala Simpang, Dandim 0117/Aceh Tamiang, para camat, datuk penghulu, serta relawan Buddha Tzu Chi dari Medan, Binjai, dan Kuala Simpang.

Rumah Dilengkapi Perabot Rumah Tangga
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, setiap keluarga penerima bantuan juga mendapatkan sejumlah perlengkapan rumah tangga.
Bantuan tersebut meliputi dua unit kasur beserta bantal, satu set meja dan kursi makan, satu set sofa dan meja tamu, serta selimut Buddha Tzu Chi.
Kelengkapan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sebelumnya kehilangan sebagian besar harta benda akibat bencana banjir.
Buddha Tzu Chi Tekankan Kerukunan Antarwarga
Dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan rumah, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengajak seluruh penghuni untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan.
Hal itu dinilai penting karena warga penerima bantuan berasal dari berbagai desa dan dusun di Kecamatan Karang Baru dengan latar belakang yang beragam.
Mujianto menegaskan bahwa program kemanusiaan Buddha Tzu Chi diberikan secara universal tanpa membedakan agama, suku, maupun ras.
“Tujuan Yayasan Buddha Tzu Chi adalah menjalankan misi kemanusiaan. Walaupun menggunakan nama Yayasan Buddha, kami memberikan bantuan secara universal tanpa membedakan agama, suku, maupun ras,” ungkap Mujianto dalam sambutannya.
Jaringan Air Bersih Ditargetkan Selesai November
Sementara itu, berdasarkan keterangan Edi, seluruh rumah bantuan yang telah disiapkan pada tahap sebelumnya pada prinsipnya sudah memiliki penerima. Namun, warga belum sepenuhnya menempati hunian tersebut karena pembangunan jaringan air bersih masih berlangsung.
Ia berharap pekerjaan jaringan air dapat diselesaikan pada November 2026 sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah masing-masing.
Selain itu, kawasan hunian tersebut direncanakan akan diresmikan oleh menteri pada November 2026.
Pembangunan 500 unit rumah bantuan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam pemulihan pascabencana banjir Aceh Tamiang. Lebih dari sekadar bangunan, hunian tersebut menjadi simbol harapan bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman, nyaman, dan layak.
Mustafa
